25 Oct 2019
Surat Tanda Pendaftaran Waralaba
Perkembangan bisnis waralaba kini kian menjamur, bahkan ada beberapa bisnis waralaba Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional. Oleh karena itu untuk mendukung bisnis waralaba Kementerian Perdagangan baru-baru ini mengeluarkan aturan yang menyederhanakan bisnis waralaba. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Apa itu waralaba?
Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.
Dalam Permendag baru ini terdapat beberapa kelonggaran yang akan dirasakan oleh pelaku usaha, diantaranya adalah:
- Pelonggaran tidak ada lagi batasan jumlah gerai, termasuk jumlah master franchise, sebelumnya master franchise hanya diberikan kepada satu pihak.
- Pelonggaran kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Aturan lama secara kaku mewajibkan TKDN sebesar 80 persen. Kini aturannya diganti dengan menggunakan komponen dalam negeri tetapi tetap mengutamakan pengolahan bahan baku di dalam negeri sesuai dengan pasal 19 Permendag ini.
Pemberi Waralaba, Pemberi Waralaba lanjutan, Penerima Waralaba dan Penerima Waralaba lanjutan wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW), apakah STPW itu? STPW adalah bukti pendaftaran Prospektus Penawaran Waralaba bagi pemberi waralaba dan pemberi waralaba lanjutan serta bukti pendaftaran perjanjian waralaba bagi penerima waralaba dan penerima waralaba lanjutan yang diberikan setelah memenuhi persyaratan pendaftaran yang ditentukan oleh Permendag 71/2019.
Dalam Permendag yang baru ini, para pelaku usaha waralaba dapat mengajukan permohonan STPW melalui lembaga Online Single Submission (OSS), karena STPW diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama Menteri atau Bupati/Walikota. Apabila pelaku usaha tidak mendaftarkan STPW, maka pelaku usaha waralaba akan dikenakan sanksi administratif dan atau pencabutan izin usaha dan izin operasional/komersial sebagaimana yang diatur dalam pasal 29, 30 dan 31 dalam Permendag ini.
Oleh karena itu untuk menghindari dikenakannya sanksi administratif dan sanksi lainnya maka tak perlu ragu menghubungi Konsultan Hukum yang anda percayai untuk membantu memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba yang dibenarkan oleh Peraturan yang berlaku.
Best Regards,
Desy Yuliani, S.H. (Staff)
desy.kan@tax-legal.id / +62 813 1876 0163
Nur Hakim, S.H., M.H., C.L.A. (Partner)
hakim.kan@tax-legal.id / +62 813 8015 1334
Read Other Updates
-
Wajib Halal Oktober 2026: Tantangan Kepatuhan Hukum dan Kesiapan Ekosistem Industri Indonesia
24 Sep 2026
-
Koperasi Produsen Kelapa Sawit: Aspek Hukum Usaha Berbasis Sektor Riil
26 Aug 2026
-
Asuransi Sering Ganti-Ganti Alasan Tolak Klaim? Waspadai Risiko Hukumnya
14 Aug 2026
-
Deadline 30 Juni Semakin Dekat! RUPS Tahunan Wajib Dilaksanakan atau Berisiko Sanksi
10 Jun 2026
-
Sanksi Pemblokiran Bagi PT Yang Tidak Melaporkan RUPS Tahunan
06 Jan 2026
-
Outing 19-23 November 2025 @Guangdong+Macao
25 Nov 2025
-
Outing 18-25 October 2024 @Guilin
28 Oct 2024
-
Annual Year End Dinner 2023 @Satoo Shangri-La Hotel
29 Dec 2023





